Dilihat: 0 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 19-03-2025 Asal: Lokasi
Pada sore hari tanggal 19 Maret, delegasi Thailand yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Tuan Somchai Wongsawat, mantan Wakil Menteri Perdagangan Tuan Yanyong Phuangrach, Penasihat Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Tuan Suwan Pinrat, Penasihat Wakil Perdana Menteri Tuan Tanaphol Bunwarut, dan Ibu Rattanaporn Sarikan mengunjungi Thinker Agricultural Machinery Co., Ltd. (selanjutnya disebut sebagai 'Pemikir'). Mereka didampingi oleh Bapak Pan Zimin, Wakil Manajer Umum Grup Industri Huzhou, dan Bapak Wu Zijun, Manajer Umum Pusat Pemasaran Luar Negeri Huzhou. Kedua belah pihak terlibat dalam diskusi mengenai kerja sama dalam pengembangan pertanian Thailand dan menjajaki perluasan traktor terlacak dan mesin pemanen terlacak Thinker di pasar Thailand. Chief Engineer Thinker Zhou Qi dan Assistant General Manager Qi Wei menyambut hangat delegasi tersebut.

![]() |
![]() |
Para tamu asal Thailand mengunjungi basis demonstrasi biji-bijian dan minyak berstandar tinggi, bengkel produksi, dan ruang pameran milik Thinker. Mereka menanyakan secara detail tentang keunggulan teknologi Thinker dalam pertanian modern, variasi produk mesin pertanian, dan strategi perluasan pasar perusahaan di Asia Tenggara.
Pada pertemuan berikutnya, tim Thinker memberikan pengenalan mendalam tentang sejarah perkembangan perusahaan dan fitur produk. Para tamu mengakui status Thailand sebagai negara agraris dengan penanaman padi yang luas dan mekanisasi tingkat tinggi. Mereka menyambut baik partisipasi Thinker di pasar Thailand untuk menyediakan solusi mesin pertanian yang komprehensif dan produk yang sangat mudah beradaptasi.

![]() |
![]() |
Deputi Manajer Umum Eksekutif dan Kepala Insinyur Thinker, Zhou Qi dengan hangat menyambut delegasi Thailand dan menyatakan antisipasi besar terhadap pengembangan produk Thinker di Thailand di masa depan. Beliau secara khusus merekomendasikan traktor terlacak dan pemanen terlacak yang dikembangkan secara independen oleh Thinker, dengan menekankan potensi kontribusinya terhadap modernisasi pertanian Thailand. Ia mengharapkan interaksi dan kolaborasi yang lebih kuat antara kedua belah pihak. Kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan komunikasi dan melakukan diskusi mendalam mengenai mekanisasi penuh produksi beras di Thailand, sehingga membuka jalan bagi kerja sama lebih lanjut.